PENGARUH PENGGUNAAN LIMBAH BOTOL KACA SEBAGAI SUBTITUSI AGREGAT HALUS TERHADAP KUAT TEKAN DAN LENTUR BETON
Keywords:
kuat tekan, kuat lentur, limbah botol kacaAbstract
Limbah botol kaca merupakan bahan anorganik yang tidak dapat terurai secara alami dan dapat membahayakan manusia. Oleh karena itu, diperlukan inovasi untuk mengurangi limbah botol kaca dengan memanfaatkan limbah botol kaca yang ada sebagai bahan campuran beton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh subtitusi limbah botol kaca dan persentase maksimum limbah botol kaca terhadap kekuatan tekan dan lentur beton. Mutu beton yang direncanakan adalah f’c 20 MPa. Variasi limbah botol kaca yang digunakan adalah 0%, 5%, 10%, 15% dan 20%. Pengujian kuat tekan beton dilakukan pada umur 7 dan 28 hari. Sedangkan, pengujian kuat lentur beton dilakukan pada umur 28 hari. Dari hasil pengujian diperoleh nilai kuat tekan dan lentur maksimum untuk beton umur 28 hari dengan variasi limbah botol kaca 20% sebesar 15,015 MPa untuk kuat tekan dan 3,597 MPa untuk kuat lentur. Subtitusi limbah botol kaca dapat meningkatkan kuat tekan dan lentur sebesar 15,25% dan 41,55%.
References
Badan Standar Nasional Indonesia. (1990). Metode pengujian tentang analisis saringan agregat halus dan kasar. Jakarta: SNI 03-1968-1990.
Badan Standar Nasional Indonesia. (1990). Metode pengujian kadar lumpur dalam agregat kasar. Jakarta: SNI 03-1969-1990.
Badan Standar Nasional Indonesia. (1990). Metode pengujian kuat tekan beton. Jakarta: SNI 03-1974-1990.
Badan Standar Nasional Indonesia. (1996). Metode pengujian kadar lumpur dalam agregat halus. Jakarta: SNI 03-4142-1996.
Badan Standar Nasional Indonesia. (1998). Metode pengujian berat isi dan rongga udara dalam agregat. Jakarta: SNI 03-4804-1998.
Badan Standar Nasional Indonesia. (2000). Tata cara pembuatan rencana campuran beton normal. Jakarta: SNI 03-2834-2000.
Badan Standar Nasional Indonesia. (2002). Tata cara perencanaan struktur beton untuk bangunan gedung. Jakarta: SNI 03-2834-2000.
Badan Standar Nasional Indonesia. (2002). Cara uji waktu ikat awal semen portland dengan alat vicat. Jakarta: SNI 03-6827-2002.
Badan Standar Nasional Indonesia. (2002). Pengujian konsistensi normal semen portland dengan alat vicat untuk pekerjaan sipil. Jakarta: SNI 03-6826-2002.
Badan Standar Nasional Indonesia. (2008). Cara uji berat jenis dan penyerapan air agregat halus. Jakarta: SNI 1970:2008.
Badan Standar Nasional Indonesia. (2008). Cara uji berat jenis dan penyerapan air agregat kasar. Jakarta: SNI 1969:2008.
Badan Standar Nasional Indonesia. (2008). Cara uji keausan agregat dengan mesin abrasi Los Angeles. Jakarta: SNI 03-2417-2008.
Badan Standar Nasional Indonesia. (2008). Cara uji slump beton. Jakarta : SNI 1972:2008.
Badan Standar Nasional Indonesia. (2011). Cara uji kadar air total agregat dengan pengeringan. Jakarta: SNI 1971:2011.
Badan Standar Nasional Indonesia. (2011). Cara uji kuat lentur beton normal dengan dua titik pembebanan. Jakarta: SNI 4431:2011.
Badan Standar Nasional Indonesia. (2011). Cara uji kuat tekan beton dengan benda uji silinder. Jakarta: SNI 1974:2011.
Badan Standar Nasional Indonesia. (2015). Metode uji densitas semen hidraulis. Jakarta: SNI 2531-2015.
DISKOM INFO KALTIM. (2023). DLH Kaltim Komitmen Kelola Sampah Secara Terpadu. https://www.diskominfo.kaltimprov.go.id/lingkungan/dlh-kaltim-komitmen-kelola-sampah-secara-terpadu.
Olii, M. R., E.Poe, I., Ichsan, I., & Olii, A. (2021). Limbah Kaca Sebagai Penganti Sebagian Agregat Halus Untuk Beton Ramah Lingkungan. Teras Jurnal: Jurnal Teknik Sipil, 11(1), 113-124.
Suhartini, A., A. S. S., % Hasan A. (2014). Pengaruh Penambahan Tumbukan Limbah Botol Kaca Sebagai Bahan Subtitusi Agregat Halus Terhadap Kuat Tekan Dan Kuat Lentur Beton. Bentang: Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil, 2(1), 66-80.


