REKOMENDASI PENATAAN JALUR PEDESTRIAN PADA KORIDOR JALAN SUMATERA SEBAGAI AKSES UTAMA KAMPUS 1 PROKLAMATOR UNIVERSITAS BUNG HATTA
Keywords:
Pedestrian pathways, Jalan Sumatera Corridor, Bung Hatta University Campus, Level of Service (LOS)Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan memberikan rekomendasi perbaikan terhadap jalur pedestrian di Koridor Jalan Sumatera, yang berfungsi sebagai akses utama ke Kampus 1 Universitas Bung Hatta. Berdasarkan observasi, kondisi jalur pedestrian menunjukkan berbagai masalah, seperti kerusakan fisik, keberadaan rumput liar, okupansi oleh pedagang kaki lima (PKL), serta penggunaan jalur oleh kendaraan bermotor yang parkir di area tersebut. Permasalahan ini berdampak pada penurunan kenyamanan dan keselamatan bagi pejalan kaki. Dari analisis dengan pendekatan Level of Service (LOS), Level of Service (LOS) atau Tingkat Pelayanan merupakan suatu metode yang dikembangkan oleh Transportation Research Board (TRB) yang bertujuan untuk mengukur kualitas pelayanan suatu fasilitas pejalan kaki. Metode ini memberikan ukuran kuantitatif dan kualitatif yang menggambarkan kondisi operasional dalam suatu aliran lalu lintas pejalan kaki, yang mencakup okasi-faktor seperti kecepatan, waktu tempuh, kebebasan bermanuver, gangguan, kenyamanan, dan keselamatan. Didapatkan hasil bahwa kualitas jalur pedestrian berada pada tingkat pelayanan yang rendah. Untuk itu, langkah-langkah perbaikan yang direkomendasikan meliputi pembenahan infrastruktur, pembersihan rutin, pengelolaan PKL, penambahan fasilitas pendukung seperti lampu penerangan dan tempat sampah, serta penegakan aturan terkait pemanfaatan jalur pedestrian. Implementasi rekomendasi ini diharapkan dapat menciptakan jalur pedestrian yang lebih aman, nyaman, dan ramah bagi semua pengguna, sekaligus mendukung mobilitas yang berkelanjutan.
References
Anggriani. 2009. Pedestrian Ways Dalam Perancangan Kota, Surabaya.
Handayani, Sri. (2018). "Tinjauan Sarana dan Prasarana Jalur Pedestrian di Kawasan Peunayong". Jurnal Arsip Rekayasa Sipil dan Perencanaan, 1(3), 171-179. Banda Aceh
Indraswara, M. Sahid. (2007). "Kajian Kenyamanan Jalur Pedestrian Pada Jalan Imam Barjo Semarang". Enclosure, 6(2), 59-69.
Isawanto, D. (2016). "Mengkaji Fungsi Keamanan dan Kenyamanan Bagi Pejalan Kaki di Jalur Pedestrian", 1, 113-2003.
Iswanto, D, 2006, Pengaruh Elemen-elemen Pelengkap Jalur Pedestrian Terhadap Kenyamanan Pejalan Kaki. Jurnal Ilmiah Perancangan Kota dan Permukiman ENCLOSURE, Volume 5 Nomor 1. Maret 2006.
Muslihun, Muhammad. 2013. Studi Kenyamanan Pejalan Kaki Terhadap Pemanfaatan Jalur Pedestrian di Jalan Protokol Kota Semarang (Studi Kasus Jalan Pahlawan). Skripsi.
Nurhidayanti Rahman. 2014. Studi Kenyamanan Jalur Pedestrian Pada Kawasan Pendidikan.
Pratama, N. (2018). "Studi perencanaan trotoar di dalam lingkungan kampus universitas". Jurnal Sipil dan Lingkungan, 2(2), 272-277.
Rubenstein, Harvey M. (1992). Pedestrian Malls, Streetscapes, and Urban Spaces. New York: John Wiley & Sons.
Shirvani, Hamid. 1985. The Urban Design Process
Shirvani, Hamid. (1985). The Urban Design Process. New York: Van Nostrand Reinhold.
Timboanometri, D.M. (2012). "Pedestrianisasi Kawasan Pusat Kota Medan". Jurnal Arsitektur dan Perkotaan, 7-33.
Untermann, Richard K. (1984). Accommodating the Pedestrian: Adapting Towns and Neighborhoods for Walking and Bicycling. New York: Van Nostrand Reinhold.
Zahnd, Markus. (2006). Perancangan Kota Secara Terpadu. Yogyakarta: Kanisius.
Peraturan Pemerintah
Departemen Pekerjaan Umum, 2014, Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor: 03/PRT/M/2014 Tentang Pedoman Perencanaan, Penyediaan, dan Pemanfaatan Sarana dan prasarana Jaringan Pejalan Kaki di Kawasan Perkotaan, Jakarta.
Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat No.07/P/BM/2023 tentang Perencanaan Teknis Fasilitas Pejalan Kaki.


