STRATEGI PENANGANAN KERUSAKAN WILAYAH PESISIR AKIBAT BENCANA ABRASI DI PESISIR UTARA KECAMATAN BANTAN KABUPATEN BENGKALIS
Keywords:
Abrasi, Kerusakan Pantai, Wilayah PesisirAbstract
Wilayah pesisir Kecamatan Bantan mengalami abrasi pantai yang menyebabkan hilangnya daratan pesisir, termasuk lahan perkebunan dan permukiman masyarakat. Pada tahun 2020, panjang pantai terabrasi di Kabupaten Bengkalis mencapai lebih dari 128.500 meter dengan laju abrasi 2–7 meter per tahun, dan Kecamatan Bantan menjadi salah satu wilayah terdampak terparah dengan abrasi sepanjang sekitar 7.000 meter pada laju 4–7 meter per tahun. Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi penanganan kerusakan pantai di wilayah pesisir Pantai Utara Kecamatan Bantan. Metode penelitian meliputi pengumpulan dan analisis data, pemeringkatan tingkat kerusakan serta prioritas penanganan berdasarkan Kepmen PU No. 8 Tahun 2010, serta analisis spasial menggunakan ArcGIS. Parameter yang dianalisis meliputi kerusakan hutan mangrove (L6) dan perubahan garis pantai (AE-1). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerusakan mangrove (L6) di Selat Baru termasuk prioritas A, sedangkan perubahan garis pantai (AE-1) tergolong prioritas B di beberapa desa pesisir. Strategi penanganan yang direkomendasikan meliputi rehabilitasi mangrove, pembangunan dan perbaikan bangunan pelindung pantai, edukasi masyarakat, pembatasan aktivitas yang merusak pantai, serta pengembangan jalur hijau mangrove.
References
Amri, Mohd. Robi, dkk,. (2016). Risiko Bencana Indonesia. BNPB. Jakarta Arief, Arifin., (2003). Hutan Mangrove. Penerbit Kanisius, Yogyakarta
Appeaning Addo, Kwasi dan Appeaning Addo, Irene., (2016). Coastal erosion management in Accra: Combining local knowledge and empirical research. Instiute for African Studies, University of Ghana, Ghana
Astuti, Puji, dkk. (2014). The Prospective Analysis of Coastal Town Development Based on Waterfront City (Case Study: Bantan Sub-District, Bengkalis–Riau Province). Proceeding of International Conference on Sustainable Innovation (ICoSI) 2014. 443-454.
Batubara, Ahmad Rifai , (2018). Strategi Pengelolaan Kawasan Pesisir Pulau Rupat studi kasus Kecamatan Rupat Utara, Kabupaten Bengkalis. Universitas Islam Riau. Pekanbaru
Dahuri, Rochimin, dkk.(1996). Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Lautan Secara Terpadu. Jakarta.
Dianti, Lisa. (2014). Penilaian Tingkat Kerusakan Daerah Pantai dan Prioritas Penanganannya (Studi Kasus Pada Satuan Wilayah Pengaman Pantai (SWPP) Banda Aceh. Universitas Syiah Kuala. Banda Aceh
Dinas Lingkungan Hidup. (2018). Dokumen Informasi Kinerja Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah. Pemerintah Kabupaten Bengkalis. Bengkalis
Ganie, Basri M. (2010). Studi Karakteristik Sedimen Kaitannya Dengan Pengelolaan Wilayah Pesisir Indramayu Jawa Barat. Balai Teknologi Survei Kelautan – BPPT. Jakarta
Hasbi, M, dkk. (2017). Kajian Penggunaan Lahan Sempadan Sungai Lunto di Kawasan Pusat Kota Sawahlunto. Prosiding Seminar Nasional 2017. Universitas Islam Riau.
Hidayanti, Nurin. (2017). Dinamika Pantai. Universitas Brawijaya Press. Malang
Halim, Fajar, Jay., (2019). Abrasi Pesisir Terjadi Apakah Mengancam Kedaulatan Negara. Mongobay https://www.mongabay.co.id/2019/06/20/abrasi-pesisir-terjadi- apakah-mengancam-kedaulatan-negara/amp/ di akses pada 19 juli 2019
Muta‘ali, Lutfi., (2014). Perencanaan Pengembangan Wilayah Berbasis Pengurangan Resiko Bencana. Badan Penerbit Fakultas Geologi (BPFG) UGM, Yogyakarta
Peraturan Daerah Kabupaten Bengkalis Nomor 11 Tahun 2016 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Bengkalis 2016-2021
Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 9/PRT/M/2010 Tentang Pedoman Pengaman Pantai
Kusmana, C. (1997). Ekologi dan Sumberdaya Ekosistem Mangrove, Makalah Pelatihan Pengelolaan Hutan Mangrove Lestari Angkatan I PKSPL. Institut Pertanian Bogor. Bogor
Kaharuddin, dkk., (2018). The Mitigation Of Coastal Abrasion On Islands, Special Reference To The Kodingareng Keke Island Makassar City, Indonesia. International Journal
Kementerian Pekerjaan Umum No. 08/SE/M/2010 tentang Pemberlakukan Pedoman Penilaian Kerusakan Pantai Dan Prioritas Penanganannya of Engineering & Technology IJET-IJENS Vol:18 No:01. Makassar
Pramudiaya, A., (2008). Kajian Pengelolaan Daratan Pesisir Berbasis Zonasi Di Provinsi Jambi. Tesis, Program Pascasarjana Megister Teknik Sipil, Universitas Diponegoro. Semarang
PT. Riau Krima Karindo,. (2007). Masterplan Penanggulangan Abrasi Pantai Kabupaten Bengkalis. Survey dan Pemetaan, Perencanaan, Jasa Pertanahan, Arsitektur Serta Jasa Sipil. Bengkalis
Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Bengkalis Tahun 2011-2031 Rencana Pengelolaan Wilayah Pesisir Dan Pulau-Pulau Kecil (RSWP-3K) Kabupaten Bengkalis Tahun 2015-2020
Subagiyo, Aris., (2017). Pengelolaan Wilayah Pesisir Dan Pulau-Pulau Kecil. UB Press, Malang Sugandi, Dede., (1999). Dasar-Dasar Penginderaan Jauh. Geografi FPIPS IKIP. Bandung
Sulma, S. (2012). Kerentanan Pesisir Terhadap Muka Air Laut (Studi Kasus : Surabaya dan daerah sekitarnya). Tesis, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Program Megister Ilmu Geografi, Universitas Indonesia
Sutikno, Sigit. (2014). Analisis Laju Abrasi Pantai Pulau Bengkalis dengan Menggunakan Data Satelit. Universitas Riau. Pekanbaru
Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2007 Tentang Pengelolaan Kawasan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Undang-undang No. 1 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undangundang No. 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil


