PENGEMBANGAN DESA WISATA YANG BERKEARIFAN LOKAL SEBAGAI BENTUK PEMBANGUNAN PARIWISATA BERKELANJUTAN

  • Harne julianti Tou Universitas Bung Hatta
  • Melinda Noer Universitas Andalas
  • Sari Lenggogeni Universitas Andalas
Keywords: Desa wisata, Kearifan lokal , Pembangunan pariwisata berkelanjutan

Abstract

Pariwisata pedesaan dapat berkontribusi untuk mengurangi eksodus penduduk dari daerah pedesaan dan menciptakan lapangan kerja serta mempromosikan pembangunan sosial-ekonomi daerah pedesaan. Pariwisata pedesaan sebagai alternatif kegiatan pengembangan daerah pedesaan serta melestarikan alam, tradisi, budaya dan kegiatan khas yang ada di daerah tersebut. Kearifan lokal merupakan nilai-nilai atau norma yang bersifat baik dalam suatu masyarakat yang terbentuk dalam menjalani dinamika kehidupan masyarakat tersebut akan pengelolaan sumberdaya alam. Makalah ini mengidentifikasi dan meninjau studi literartur yang berkontribusi pada pemahaman tentang pengembangan desa wisata yang berkearifan lokal yang merupakan bagian dari pembangunan pariwisata yang berkelanjutan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif melalui studi literatur yang berkaitan dengan desa wisata, kearifan lokal dan pembangunan pariwisata berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan desa wisata yang berkearifan lokal merupakan bagian dari pembangunan pariwisata yang berkelanjutan

References

Angelevska-Najdeska, K., & Rakicevik, G. (2012). Planning of Sustainable Tourism Development. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 44, 210–220. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2012.05.022

Asyari, H. (2015). Buku Pegangan Desa Wisata. Jogjakarta: Pustaka Zeedny.

Bramwell, B. (1994). Rural tourism and sustainable rural tourism. Journal of Sustainable Tourism, 2(1–2), 1–6. https://doi.org/10.1080/09669589409510679

Drăgulănescu, I., & Ivan, M. D. (2012). Rural Tourism for Local Economic Development. International Journal of Academic Research in Accounting, Finance and Management Sciences, 2(1), 196–203.

Fagioli, F. F., Diotallevi, F., & Ciani, A. (2014). Strengthening the sustainability of rural areas : the role of rural tourism and agrotourism. Rivista Di Economia Agraria, 2(3), 155–169. https://doi.org/10.13128/REA-16920

Ionela, G.-P., Constantin, B. M., & Dogaru, L.-D. (2015). Advantages and Limits for Tourism Development in Rural Area (Case Study Ampoi and Mureş Valleys). Procedia Economics and Finance, 32(15), 1050–1059. https://doi.org/10.1016/s2212-5671(15)01567-1

Irshad, H. (2010). Rural Tourism – an Overview October 2010. Journal of Sustainable Tourism, (October), 1–30.

Kürüm Varolgüneş, F., Doğan, E., & Varolgüneş, S. (2017). The Role of Traditional Architecture in the Development of Rural Tourism : The Case of Turkey. International Journal of Scientific Study, 5(8), 2–9. https://doi.org/10.17354/ijssNov/2017/33

Lane, B. (1994). What is rural tourism? Journal of Sustainable Tourism, 2(1–2), 7–21. https://doi.org/10.1080/09669589409510680

Marzali, A.-. (2018). Menulis Kajian Literatur. ETNOSIA : Jurnal Etnografi Indonesia, 1(2), 27. https://doi.org/10.31947/etnosia.v1i2.1613

Mugla, A. (2016). Rural Tourism : A Conceptual Approach. (January).

Padmanugraha, A. S. (2010). Common Sense Outlook on Local Wisdom and Identity: A Contemporary Javanese Native’s Experience*. International Conference on “Local Wisdom for Character Building.”

Pertiwi, P. R. (2011). Peranan 5 Pilar Pengembangan Destinasi Pariwisata Terhadap Desa Wisata Penglipuran. Geografi Pariwisata, Udayana, 1–10.

Peter Robinson. (2012). Tourism : The Key Concepts (P. Robinson, Ed.). London and New York: Routledge.

Petroman, C., Mirea, A., Lozici, A., Constantin, E. C., Marin, D., & Merce, I. (2016). The Rural Educational Tourism at the Farm. Procedia Economics and Finance, 39(November 2015), 88–93. https://doi.org/10.1016/S2212-5671(16)30245-3

Saraswati. (2009). Internalisasi Kearifan Lokal Dalam Perencanaan Tata Ruang Formal (Kasus Studi : Kampung Naga, Kabupaten Tasikmalaya Provinsi Jawa Barat). Institut Teknonogi Bandung.

Sesotyaningtyas, M., & Manaf, A. (2015). Analysis of Sustainable Tourism Village Development at Kutoharjo Village, Kendal Regency of Central Java. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 184(August 2014), 273–280. https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2015.05.091

Sharpley, R. (2000). Tourism and sustainable development: Exploring the theoretical divide. Journal of Sustainable Tourism, 8(1), 1–19. https://doi.org/10.1080/09669580008667346

Snieška, V., Barkauskienė, K., & Barkauskas, V. (2014). The Impact of Economic Factors on the Development of Rural Tourism: Lithuanian Case. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 156(April), 280–285. https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2014.11.189

Sutawa, G. K. (2012). Issues on Bali Tourism Development and Community Empowerment to Support Sustainable Tourism Development. Procedia Economics and Finance, 4(Icsmed), 413–422. https://doi.org/10.1016/s2212-5671(12)00356-5

Published
2021-05-20
How to Cite
Tou, H. julianti, Melinda Noer, & Sari Lenggogeni. (2021). PENGEMBANGAN DESA WISATA YANG BERKEARIFAN LOKAL SEBAGAI BENTUK PEMBANGUNAN PARIWISATA BERKELANJUTAN. JURNAL REKAYASA, 10(2), 95 - 101. https://doi.org/10.37037/jrftsp.v10i2.63